Tema : Sport
Science
Judul
: Info pengembangan bibit-bibit atlet
Sports
science adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam pembinaan
prestasi olahraga. Misalnya, kebutuhan nutrisi sesuai dengan ilmu gizi untuk memaksimalkan
performa atlet. Dalam olahraga nasional sport
science tidak hanya berguna dalam pembinaan prestasi saja, melainkan menjaga
kebugaran masyarakat. Tentunya dengan melalui media promosi agar orang-orang
sadar akan kebutuhan berolahraga.
Berikut ini adalah bagaimana tentang pengembangan sport science di
Indonesia khususnya dalam pembinaan kegiatan olahraga:
Masalah dalam
penelitian ini adalah kemampuan kecepatan lari pemain sepakbola
SSB Putra Bumi Serambi KU-15 Padang Panjang belum begitu baik. Banyak
faktok yang dapat mempengaruhi kemampuan kecepatan lari pemain sepakbola
tersebut, diantaranya adalah latihan sprint 30 meter. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh latihan sprint terhadap kemampuan kecepatan
lari pemain sepakbola SSB Putra Bumi Serambi KU-15 Padang Panjang. Jenis
penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalam
penelitian ini yaitu pemain sepakbola SSB Putra
Bumi Serambi KU-15 Padang Panjang yang berjumlah sebanyak 18
orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
total sampling. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini
adalah 18 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan pengukuran terhadap
kemampuan kecepatan lari 30 meter. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t
dependent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tidak terdapat pengaruh
latihan sprint 30 meter secara signifikan terhadap kemampuan kecepatan lari
pemain sepakbola SSB Putra Bumi Serambi KU-15 Padang Panjang, dengan hasil
analisis thitung= 0, 76< ttabel= 2, 11, dan
diterima kebenarannya secara empiris, serta kecil sekali peningkatan kemampuan
kecepatan lari pemain tersebut yaitu hanya sebesar 0, 04 yang diperoleh dari
dari nilai rata-rata hitung tes awal 4, 99 dan tes akhir menjadi 4, 95
Cuplikan
jurnal diatas merupakan percobaan peningkatan kecepatan dengan sprint 30 meter.
Namun masih belum bisa menambah kecepatan yang diinginkan.
2.)http://sportscience.ppj.unp.ac.id/index.php/jss/article/download/26/28
Masalah dalam penelitian ini yaitu
rendahnya kemampuan untuk lulus dan melewati Negara pemain voli SMP JUNIOR 2
Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh kota. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh model praktik passing terhadap kemampuan passing bawah dan
passing atas pemain bola voli SMP Negeri 2 Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima
puluh kota. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam
penelitian ini yaitu, pemain bola voli mengikutilatihan sebanyak 20 orang,
dengan rincian putra dan putri pemain 14 orang 6 orang. Teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Dengan demikian jumlah sampel yang
diambil sebanyak 14 orang putra atlet saja. Data dikumpulkan dengan menggunakan
pengukuran terhadap kemampuan passing bawah dan lewat. Data dianalisis
menggunakan uji-t untuk sampel dependen.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat model pengaruh latihan secara
signifikan terhadap kemampuan passing pemain voli SMP Negeri 2 Kecamatan
Akabiluru Lima Puluh Kecamatan kota, dengan hasil analisis thitung= ttabel>
9.09= 2, 16, dan diterima secara empiris, serta peningkatan kemampuan passing
bawah pemain bola voli 3, 64 dari nilai rata-rata untuk menghitung tes awal dan
tes akhir 8, 93 menjadi12, 57. 2) terdapat pengaruh model latihan secara
signifikan terhadap kemampuan passing pemain voli papan atas di SMP Negeri 2
Kecamatan Akabiluru Kelima kabupaten kota, dengan hasil analisis thitung=
ttabel> 16, 97= 2.16, dan diterima secara empiris, serta terjadi peningkatan
3, 43 yaitu dari nilai rata-rata untuk menghitung tes awal
Penelitian ini
tergolong penelitian korelasional. Disamping mengungkapkan kekuatan
hubungan antara variabel penelitian, juga bertujuan untuk
mengetahui seberapa besar kontribusi kecepatan dan power otot tungkai
terhadap kemampuan lompat jauh siswa SMP pembangunan UNP. Penelitian ini
dilakukan di SMP pembangunan UNP. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2
November 2009. Populasi dari penelitian ini ádalah siswa SMP Pembangunan
UNP yang berjumlah 100 orang dan yang menjadi sampel 56 orang.
Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya kontribusi
kecepatan terhadap kemampuan lompat jauh, adanya kontribusi Exsplosive power
otot tungkai terhadap kemampuan lompat jauh, dan kontribusi kecepatan dan
Exsplosive power otot tungkai secara bersama-sama terhadap
kemampuan lompat jauh. Variable-variabel dalam penelitian ini adalah
kecepatan (X1) dan Exsplosive power otot tungkai (X2) sebagai variable terikat
kemampuan lompat jauh. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan korelasi Product moment dan uji korelasi ganda (uji F),
hasil pengolahan data dalam penelitian ini adalah:(1) diperoleh F tabel=
0.3264 artinya kecepatan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap
kemampuan lompat jauh dengan kontribusi sebesar 4.59%.(2) diperoleh F tabel=
0.5596 artinya Exsplosive power otot tungkai mempunyai hubungan yang
signifikan tehadap kemampuam lompat jauh dengann kintribusi sebesar
1.28%.(3) berdasarkan uii f didapatkan hasil analisis ganda F hitung= 1,645
< F table= 2.
4.)http://repository.unp.ac.id/6525/
Keadaan kecelakaan
dalam dunia olahraga, dan berakibat cedera olahraga yang menimpa seseorang tak
jarang memicu kepanikan beberapa atlet, pelatih dan official. Kondisi atlet
yang seyogyanya mesti mendapat pertolongan pertama alias darurat justru bisa
bertambah parah. Padahal, bila cukup memiliki pengetahuan tentang pertolongan
pertama pada cedera tersebut biasanya kondisi buruk atlet dapat diatasi. Jadi
tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya
dari suatu diagnose penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang
dialami. Pertolongan Pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar
korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat.
Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang
salah dapat berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian. Pertimbangan pertama
dalam pencegahan cedera olahraga adalah menerima bahwa pada kenyataan kita
memang tidak dapat menghindarkan diri dari terjadinya cedera tersebut. Pada
cabang olahraga sepakbola akan banyak cedera yang akan terjadi , tidak bisa
dipungkiri ini akan menyebabkan timbulnya beberapa macam cedera dalam olahraga.
Ketika atlet mengalami cedera, maka atlet pertamatama akan merasakan yang sakit
yang diderita tersebut. Dengan adanya frekuensi dan beraneka jenis cedera yang
menimpa atlet sepakbola terdapat suatu dilema yang sering terjadi, yaitu apakah
cedera tersebut harus diatasi dengan mendapat pertolongan medis. berikut ini
akan disampaikan mengenai usaha pencegahan dan penatalaksanaan cedera dalam
cabang.
Dari 4 artikel diatas menunjukkan
bahwa sport science bukanlah sekedar bidang keilmuan belaka, tetapi merupakan
salah satu penunjang kemajuan olahraga nasional khususnya pembinaan atlet usia
muda.
Di era serba digital seperti saat ini
bahkan pandemic yang tidak menentu, kebebasan dalam mobilitas masyarakat
mungkin terganggu. Begitu juga dengan pengembangan sport science. Untuk itu
perlu pemanfaatan perkembangan IPTEK yang maju ini dengan maksimal agar perkembangan
bibit-bibit atlet semakin baik.
Komentar
Posting Komentar